<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wijayandaroe's Press</title>
	<atom:link href="http://wijayandaroe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wijayandaroe.wordpress.com</link>
	<description>Lihat Dengan Seksama Apa yang Kamu Lihat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Dec 2007 13:26:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wijayandaroe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/15cd166379cf0aaa8d15f731fef1fc04?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wijayandaroe's Press</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Terbang Mencari Simurg Bersama Burung-Burung Attar</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/terbang-mencari-simurg-bersama-burung-burung-attar/</link>
		<comments>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/terbang-mencari-simurg-bersama-burung-burung-attar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 13:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayandaroe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mysticism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/terbang-mencari-simurg-bersama-burung-burung-attar/</guid>
		<description><![CDATA[Bila engkau pencari kebenaran hakiki
Bila engkau Pencari cinta sejati
Bila engkau mencari aku yang abadi
Tempuhlah tujuh tingkatan jalan menujuku
Tujuh jalan yang ditunjukan &#8216;Attar melalui Musyawarah Burung, karyanya, yang disinyalir merupakan buah dari pengalaman sufistiknya.
Pertama, Jalan pencarian atau Talab. Di jalan ini banyak kesukaran, rintangan dan godaan dijumpai oleh seorang salik (penempuh jalan) . Untuk mengatasinya seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijayandaroe.wordpress.com&blog=2147855&post=17&subd=wijayandaroe&ref=&feed=1" />]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/terbang-mencari-simurg-bersama-burung-burung-attar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b131213ff71a7cc60646d3addb8aaf51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wijayandaroe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akulah Sang Cinta</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/akulah-sang-cinta/</link>
		<comments>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/akulah-sang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 13:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayandaroe</dc:creator>
				<category><![CDATA[POems]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/akulah-sang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Apa kau memandang beda antara langit dan bumi?
Antara gelap dan terang
Antara siang dan malam
Antara terik dan hujan
Antara buruk dan rupawan
Antara laki dan perempuan
Kamu berkata itu semua berbeda, bukan?
Bagaimana kamu melihat keindahan dan kecantikan?
Antara bulan dan bintang
Antara cahaya dan sinar
Antara pengasih dan penyayang
Antara rindu dan cinta
Antara dendam dan kebencian
Kamu berkata itu semua sama bukan?
Dan aku akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijayandaroe.wordpress.com&blog=2147855&post=18&subd=wijayandaroe&ref=&feed=1" />]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/12/06/akulah-sang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b131213ff71a7cc60646d3addb8aaf51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wijayandaroe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Terus Melangkah</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/kita-terus-melangkah/</link>
		<comments>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/kita-terus-melangkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 09:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayandaroe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/kita-terus-melangkah/</guid>
		<description><![CDATA[Hantu-hantu pertikaian dan perpecahan hampir selalu menjadi momok yang harus dihadapi oleh satu bangsa yang majemuk. Sudah menjadi hal alamiah bahwa keberagaman akan membawa benturan-benturan. Benturan-benturan yang dapat berkembang ke arah konflik-konflik antar elemen di dalamnya. Konflik-konflik vertikal maupun Horizontal menjadi hal lumrah yang harus dihadapi satu bangsa multikultur.[1] Hal ini senada dengan tesis Samuel Huttington dalam The Class and Civilization-nya, yang menyatakan bahwa; “Perbedaan atau keragaman akan selalu memunculkan pertikaian dan konflik-konflik.” Menjadi satu hal menarik, jika tesis sosiolog Inggris ini diangkat dalam wacana keberagaman Indonesia. Dan memandang konsep ini, tak harus selalu melihatnya fokus hanya pada pertentangan yang ditawarkannya. Menerawang hal ini dalam konteks keindonesiaan dapatlah dipandang sebagai sentilan Huttington yang mencoba mengingatkan bangsa ini agar-sungguh-sungguh menjaga dan memelihara kemultikulturannya. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijayandaroe.wordpress.com&blog=2147855&post=15&subd=wijayandaroe&ref=&feed=1" />]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/kita-terus-melangkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b131213ff71a7cc60646d3addb8aaf51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wijayandaroe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijayandaroe.files.wordpress.com/2007/11/1_102940517m1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Say</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Machiavelli dan Penguasa Kekuasaan</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/machiavelli-dan-penguasa-kekuasaan/</link>
		<comments>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/machiavelli-dan-penguasa-kekuasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 09:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayandaroe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/machiavelli-dan-penguasa-kekuasaan/</guid>
		<description><![CDATA[Il principe merupakan buku yang berisi anjuran-anjuran yang di peruntukan bagi penguasa. Nasehat terkenal dari buku ini, “penguasa harus setengah manusia-setengah binatang” atau “penguasa harus segarang singa dan secerdik serigala”. Dari sinilah muncul kebencian sebagian orang terhadap pemikiran Machiavelli. Politikus satu ini dianggap telah mengajarkan ajaran jahat yang mencoba menghidupkan kembali ajaran setan yang dibuat Cicero, sang politikus Romawi. Dalam buku ini, seolah penguasa dibolehkan, dianjurkan atau bahkan diwajibkan melakukan tindakan apa saja demi mempertahankan kekuasaannya. Kekuasaan adalah mutlak bagi seorang penguasa. Dengan demikian, penguasa boleh menjadi “tuhan” di bumi, demi kekuasaannya. Apapun yang dilakukan penguasa, asalkan bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan dan kedaulatan negara, adalah baik. Rakyat tak boleh protes, apalagi membangkang, mereka harus diam dan tetap patuh pada penguasa.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijayandaroe.wordpress.com&blog=2147855&post=14&subd=wijayandaroe&ref=&feed=1" />]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/machiavelli-dan-penguasa-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b131213ff71a7cc60646d3addb8aaf51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wijayandaroe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wijayandaroe.files.wordpress.com/2007/11/1_102940517m.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Say</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Panjang Pancasila: dari Soekarno Hingga Kini</title>
		<link>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/jalan-panjang-pancasila-dari-soekarno-hingga-kini/</link>
		<comments>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/jalan-panjang-pancasila-dari-soekarno-hingga-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 06:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wijayandaroe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[keragaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[reposisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/jalan-panjang-pancasila-dari-soekarno-hingga-kini/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah kemunculan Pancasila erat kaitannya dengan dibentuknya satu badan panitia persiapan kemerdekaan (BPUPKI)[1], yang resmi berdiri pada tanggal 29 April 1945. Dari badan inilah muncul ide penentuan dasar negara. Dan pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno menyampaikan pidato di depan BPUPKI, tentang dasar negara.[2] Dalam pidatonya inilah Pak Karno mengeluarkan gagasannya mengenai lima dasar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wijayandaroe.wordpress.com&blog=2147855&post=4&subd=wijayandaroe&ref=&feed=1" />]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wijayandaroe.wordpress.com/2007/11/18/jalan-panjang-pancasila-dari-soekarno-hingga-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b131213ff71a7cc60646d3addb8aaf51?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">wijayandaroe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>